Google Map

Senin, 20 April 2009

memilih dan merawat jok kulit

Jok semi kulit untuk sarung jok mobil anda (syntethetic leather)


Kelebihan bahan sintetis antara lain:

*Untuk Bahan Jok Kulit Sintetis, Harganya yang jauh lebih murah dan relatif terjangkau untuk kalangan manapun. Untuk pembuatan jok semi kulit ini membutuhkan biaya sekitar 1 - 2 juta untuk jenis sedan dan 2 – 3.5 juta untuk SUV. Semakin banyak kebutuhan pemakaian bahan maka harganya semakin mahal. Harga tergantung pada merk, kualitas dan tempat anda memesan.
*Perawatan yang lebih mudah dibandingkan kulit asli.
*Tidak mudah kotor karena sifatnya yan tidak menyerap.
*Secara umum varian warna dan tekstur lebih banyak dibandingkan dengan bahan kulit asli. Bagi anda yang menginginkan warna-warna eksotis, anda terpaksa memilih bahan sintetis karena bahan kulit asli tidak menyediakan terlalu banyak macam warna.bahan seperti ini mudah anda temukan di bengkel modifikasi mobil yang terdekat atau juga langganan anda.

Beberapa kekurangan kulit sintetis antara lain:

* Dari segi durability tidak begitu baik. Bahan sintetis ini hanya dapat bertahan sekitar tiga tahun saja.
* Tidak memiliki aroma khas kulit. Aroma ini menjadi ciri khas aroma interior pada beberapa mobil premium seperti Mercedes Benz dan BMW.
* Menyimpan panas. Suhu panas pada permukannya bertahan lama dan sering terasa mengganggu kenyamanan.
* Bahan sintetis cenderung sulit dibuat bermodel-model. Misalnya bila dikerutkan maka kerutannya tidak akan sebagus dengan menggunakan bahan kulit asli. Malahan hasil kerutannya lama-lama akan menghilang karena 'melar'. Maklum bahan dasar kulit sintetis ini adalah PVC.
* Bahan sintetis akan melar kira-kira setelah pemakaian selama satu tahun. Indikasinya adalah jok kulit terlihat kendur, model tidak lagi seperti semula, dan warna mulai pudar.

Bahan sintetik yang terkenal antara lain merk MBTech, AP Force dan dan lain-lain. Untuk bahan sintetis ini biasanya mendapat garansi 1-2 tahun dari pemasang. jenis - jenis lainya dpat anda temukan pada bengkel modifikasi karena mereka pasti memiliki jenis jenis jok kulit atau semi kulit yang beragam.

Jok kulit asli (original leather).
Kelebihan bahan kulit asli antara lain:

Sarung Jok ini memakai 100% kulit asli, biasanya dipakai menggunakan kulit sapi yang telah di proses sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan menjadi bahan dalam pembuatan jok mobil.
Pada pemakaian normal, warna kulit tidak akan pudar. Paling-paling hanya sekedar kotor atau menjadi botak, terkikis oleh bahan celana.
Tidak terasa panas saat bersentuhan dengan tubuh, malah memberikan rasa sejuk.
Cepat melepas panas dibandingkan dengan bahan sintetis sehingga terasa lebih sejuk dalam keadaan bagaimanapun juga.
Anti gores dan lebih awet (tahan lebih dari lima tahun).
Biasanya jok kulit asli ini banyak di import dari luar negeri karena mutu dari bahan kulit impor lebih terjamin. Bukannya produk lokal tidak bagus tetapi kebanyakan produk lokal kurang mampu menjaga kestabilan kualitas.

Tips Moles Mobil

Setelah membeli mobil baru apa selanjutnya yang harus kita lakukan? Tentunya perawatan mutlak diperlukan untuk menjaga tampilan kendaraan tetap manis, bersih dan kinclong. Apalagi kini musim hujan yang masih menghampiri Jakarta dan kota-kota lainnya bisa membuat mobil seharga ratusan juta rupiah tersebut tampak kotor dan dekil.

Solusinya sudah pasti harus dilakukan pencucian. Namun timbul beberapa kekhawatiran dari pemilik mobil yakni takut mobilnya terkikis catnya akibat terlalu sering dicuci. Selain pencucian, pemolesan juga bisa dilakukan untuk menjaga cat tetap terjaga. Hanya saja harus betul-betul diperhatikan salon mobil yang dituju harus berkualitas dan menggunakan bahan-bahan yang tidak membuat cat mobil terkikis.

Jadi apa saja yang harus dilakukan agar cat tetap terjaga dan awet. Berikut beberapa tips dalam perawatan cat mulai dari cara mencuci mobil yang benar sampai pemolesan yang terstruktur agar mobil tetap memiliki nilai jual yang tinggi dan enak dilihat.

  1. Sebenarnya untuk mobil baru tidak terdapat perlakuan khusus agar cat mobil tetap mengkilap. Kuncinya pencucian mobil harus dengan prosedur yang benar, seperti dilakukan di tempat teduh, dan prosesnya dimulai dari bidang paling kotor seperti ban. Hal ini untuk mencegah resiko terbawanya kotoran pada bodi mobil bagian atas dan berpotensi menimbulkan baret. Kebiasaan para pemilik mobil di Indonesia, umumnya bila mau mencuci ban, bodinya sudah disiram. Memang maksudnya hendak menurunkan debu, padahal airnya sudah menjadi kering. Sehingga menimbulkan waterspoting. Pencucian bisa juga menggunakan shampoo dengan ph balance yakni 7 namun pastikan dibilas secara sempurna.
  2. Air hujan memiliki kandungan garam yang bisa menyebabkan mobil cepat berkarat Seperti kita ketahui, air hujan banyak mengandung garam dan butir-butir kotoran halus, karena itu jangan langsung mengelapnya, lebih baik basahilah dahulu bodi mobil Anda dengan air bersih sampai merata. Kemudian cucilah mobil dengan sampoo berbusa rendah dan bilaslah kembali secara merata serta mengelapnya. Jangan meninggalkan kotoran atau garam oleh air hujan pada bodi mobil lebih dari 3 hari, karena akan menyebabkan timbulnya karat, jamur serta noda-noda air yang mengering.
  3. Kemudian pakailah wax atau pelindung cat secara rutin sekitar sebulan sekali sehingga permukaan cat lebih halus dan terjaga. Wax juga berguna agar aliran air di permukaan lancar serta melindungi dari sengatan sinar matahari.
  4. Di Indonesia mau tidak mau mobil harus dipoles karena jamur dan waterspoting sering terjadi akibat kelembapan di Indonesia cukup tinggi. Pemolesan di salon mobil dijamin aman, bila dipahami prosedur dan produk yang dipakai. Pilihlah salon mobil yang memiliki prosedur pengerjaan multiple step atau terdiri dari tahapan-tahapan sehingga mampu menganalisa tingkat timbulnya jamur seperti apa. Ini sangat penting karena berhubungan dengan obat yang dipakai. Bila jamur tipis, obatnya yang dipakai juga harus halus. Sehingga yang diangkat hanya jamurnya saja dan bukannya cat. Gawat apabila misalnya terdapat jamur tipis tapi menggunakan obat yang keras sehingga mengikis cat.
  5. Selain itu, tempat poles yang baik harus memiliki tempat cuci mobil, jadi jangan sampai dalam kondisi kering langsung dipoles. Perhatikan juga perlengkapan yang dipakai harus berkualitas dan kondisinya masih bagus serta tak lupa SDM harus profesional.

Sebenarnya bila pencucian mobil dan perawatan dilakukan sendiri secara benar, akan membantu meminimalkan resiko terkena jamur atau waterspoting. Sarannya, pemolesan dilakukan cukup dua kali dalam setahun dan sebisa mungkin jangan memoles bila tidak ada masalah. Satu lagi, salon mobil yang bagus pasti membutuhkan waktu yang cukup lama, misalnya dua jam. Sebab, harus melalui tahapan-tahapan seperti pencucian mobil, analisa, pilih obat, hingga pengerjaan yang dilakukan secara detail dan hati-hati.

Tips Milih Mobil Bekas

Ada yang suka mengoleksi mobil-mobil sebelum tahun 90an? Barangkali tips-tips ini bisa menjadi masukan buat Anda.

Tips pertama, belilah mobil tua yang bodinya masih bagus. Kadang ada yang beranggapan bahwa lebih hemat dan praktis membeli mobil yang mesinnya bagus. Pernyataan ini kurang tepat karena justru lebih ekonomis membeli mobil tua yang berbodi mulus tanpa cacat dan orisinil luar dalam, meskipun mesinnya jelek.

Misalkan Anda membeli mobil dengan mesin bobrok, cukup keluarkan satu-dua juta rupiah, bawa ke bengkel yang Anda anggap cukup qualified, dijamin dalam waktu seminggu mobil Anda sudah beres. Tentu saja ini tidak berlaku untuk mobil yang mesinnya benar-benar hancur. Tapi andaikan Anda membeli mobil yang bodinya jelek, sembilan jutaan akan keluar dari kantong Anda untuk keperluan cat, melengkapi aksesorisnya yang hilang (itupun kalau dapat), serta menunggu setidaknya tiga bulan sampai mobil kinclong kembali. Masuk akal, bukan?

Tips kedua, perhatikan surat-surat kelengkapannya. Mobil tua sebelum tahun 1970, selain STNK dan BPKB, harus dilengkapi boekpass yang merupakan surat resmi semacam sertifikat sebelum ada aturan mengenai BPKB. Jika boekpass tersebut masih ada, mobil itu memang benar-benar orisinil dan layak untuk dikoleksi.

Sebaiknya Anda juga menghindari mobil tua dengan transmisi otomatik. Sistem transmisi matik memang memanjakan pengendaranya, tetapi seringkali justru menjadi kebiasaan untuk mengabaikan ganti oli transmisi. Mobil matik sangat sensitif dengan sistem pelumasan. Lupa ganti oli atau kemasukan sedikit debu saja bisa menghancurkan sistem transmisi. Tapi tentu saja, ini hanya berlaku untuk mobil-mobil lawas.

Selain itu, ada sedikit trade-off antara mobil bermesin (cc) besar dengan mobil bermesin kecil. Mobil bermesin kecil memang irit, tetapi umumnya harga sparepartnya juga mahal. Terkadang dikit-dikit kudu ganti dan tidak nyaman. Sementara mobil bermesin besar memang cenderung boros, tetapi sparepartnya justru terbilang amat murah, awet, dan nyaman. Walaupun mungkin diperlukan sedikit pengorbanan untuk memperoleh sparepart tersebut.

Untuk membuktikan oke tidaknya mesin mobil tua, Anda bisa meminta penjualnya untuk menyalakan mesin sekitar lima menit, kemudian matikan. Rogoh knalpot dengan jari dan pastikan ada jelaga yang menempel di jari Anda dalam keadaan kering. Kalau jelaga tersebut terasa basah, lupakan saja. Kalau knalpotnya baru, lihat feeder knalpot (berbentuk seperti tangki sebelum ujung knalpot), apakah terlihat mengkilat seperti besi terbakar. Jika hitam atau mengelupas, sebaiknya lupakan saja.

Memilih ban dan velg yang sesuai juga tak kalah penting. Jika standarnya ring 13, jangan ngotot untuk memakai ring 17 sekadar untuk gaya-gayaan. Selain akan merusak tie rod, nantinya juga akan berpengaruh pada sitem suspensi dan akurasi speedometer.

Satu hal yang juga sering dilupakan adalah soal cat. Mobil lawas umumnya ditimpa dengan cat berwarna solid bawaan pabrik. Cat solid jangan terlalu sering dipoles. Berbeda dengan cat metalik, dimana makin dipoles justru makin mengkilap, cat solid yang sering dipoles malah menyebabkan cat makin tipis dan tidak mengkilat.

Last but not least, jika ingin hunting mobil tua seperti VW, Holden, Ford tua, Toyota tua, Fiat, Chevrolet dan mobil antik lainnya, Anda mungkin bisa dekati dulu klub-klub penggemar mobil tersebut. Mereka punya akses informasi yang lengkap dan umumnya sangat welcome terhadap siapapun. Bawa teman yang faham betul tentang kondisi mobil-mobil lawas juga bisa sangat membantu.

Oiya, saran saya, beli saja Holden lawas. Murah meriah. Harga rata-rata pasarnya dibawah Rp 20 juta. Tinggal dirapihin dan didandanin sedikit, keren punya hasilnya. Selain itu juga masih lumayan untuk dikoleksi. Saya ada rencana ngoleksi Holden Statesman. Sayang, agak susah nyarinya.

Selain Holden Statesman, saya juga naksir Mercedes-Benz 300E tahun 1988-1991. Kode mesinnya W124. Harga pasarnya antara Rp 65 juta hingga Rp 95 juta. Saya suka mesin ini karena merupakan salah satu produk terbaik Mercedes sebelum mengalami penurunan kualitas sejak tahun 1992. Penurunan kualitas ini sebetulnya juga dilakukan oleh produsen lain seperti Audi, Volvo, dan pabrikan Eropa lainnya demi mengejar efisiensi produksi. Selain W-124, mesin terakhir yang masih merupakan high quality product dari Mercedes adalah W140 untuk mobil S-Class yang dirilis tahun 1991.

Atau, mungkin ada yang mau jual murah ke saya? Serius nih. :D

Minggu, 19 April 2009

Bahaya Lampu HID

Kalian taukan gimana rasanya ngeliat lampu mobil yang putih ma terang banget nyentrong ke muka kita....pasti kalian silau banget.....!tp kalian tau gak to namanya lampu apa'an.....?yup to Lampu HID yang sekarang ne lagi ngetrend....emang c...to lampu amat sangat terang tapi kasian jugakan orang yang ada di depanmu mesti kelabakan alias silau....ne beberapa faktor napa Sinar HID sangat menyilaukan :

1. Kwalitas HID yang kurang bagus

2. Pemasangannya tidak benar terutama pemasangan bohlam di batok lampunya

3. stelannya ketinggian

HID PROVISION adalah HID keluaran generasi terbaru, dijamin sangat terang tapi tidak menyilaukan.

Saran saya jangan pernah pake HID yang wattnya diatas 35 karena bisa merusak batok lampu dan aki mobil jadi gampang tekor.

Kalau kelvin itu selera, 4300k kuning, 5500k putih agak kuning, 6500k putih, 8500k putih biru, 10000 biru, 12700k ungu.

Langsung aja de pasang lampu HID tapi jangan yang murahan y....

Senin, 30 Maret 2009

Perbandingan 3 Motor Matic: Yamaha Mio, Honda Vario, dan Suzuki Spin

Yamaha Mio, Honda Vario, dan Suzuki Spin, sekilas memang memiliki teknologi yang sama. Tapi, apakah kita akan mengambil salah satunya tanpa pertimbangan. Ada baiknya kita cermati ulasan perbandingan antara ketiganya berikut ini :

1. Yamaha Mio

Bisa dibilang Mio merupakan bintangnya motor matik di Indonesia. Bagaimana tidak sejak peluncurannya hingga saat ini, penjualan Mio mampu mendongkrak share penjualan Yamaha. Kehadirannya bahkan membuat sang kakak alias Nouvo menjadi kalah populer. Lucunya, meski diperuntukkan untuk kaum hawa, Mio terbukti laris manis dibeli para pejantan tangguh. Kalau mau jujur, Mio berhasil mengedukasi pasar dan membenamkan image bahwa motor matik oke-oke saja digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Kalaupun ada yang kurang dari sosok Mio adalah faktor tangki bahan bakar yang imut, sehingga membuatnya harus sering mampir ke pompa bensin. Kapasitas tangki Mio menurut buku manual ''cuma'' 3,7 liter — sama dengan bebek Honda. Masalahnya, motor matik cenderung boros karena membutuhkan putaran mesin yang cukup tinggi agar motor bisa bergerak — lebih tinggi dari motor bebek dan motor sport. Selain itu, penyakit bawaan Mio adalah bunyi tikus di sektor roda belakang.

Dari sisi mesin, Mio tidak menyodorkan sesuatu yang baru. Mio dikemas Yamaha dengan harga yang relatif terjangkau — masih di bawah bebek. Dilempar dengan dua varian pada umumnya: spoke wheel dan CW. Berhubung Mio memang si pelopor, wajar bila aksesori dan spare parts-nya bejibun di pasaran. Termasuk racing parts dan pola modifikasi yang bisa diterapkan konsumen pada Mio kesayangannya. Apalagi Yamaha pun membuka kontes modifikasi yang bikin Mio tambah banyak variasi modifikasinya. Dari sisi bengkel, mekanik Yamaha sudah duluan mengenal teknologi CVT sehingga tak perlu khawatir motor ini tidak bisa ''diurus'' oleh bengkel.

2. Honda Vario

Yang satu ini sangat-sangat diwaspadai oleh Yamaha. Maklum, Vario memiliki segalanya untuk meluluhlantakkan dominasi Mio di pasar. Mengusung mesin tipe baru dengan radiator, namun memiliki cc yang lebih kecil di bawah Mio (108 cc). Dengan segala fitur baru yang ditawarkan plus nama besar Honda, pesona produk matik keluaran Honda ini membuatnya ngetop bahkan sebelum motor ini nampak wujudnya di Tanah Air. "Rasa Mio" sangat kental di Honda Vario ini, tetapi ada beberapa tambahan yang merupakan ciri khas Honda disertakan dalam produk matiknya yang pertama di Indonesia ini.

Dari sisi mesin, calon pembeli mesti waspada. Kendati nama besar, jaringan servis Honda tidak perlu diragukan, banyak pengalaman yang tidak mengenakkan setiap kali pabrikan me-launching motor dengan teknologi mesin baru. Ingat kasus MX? Ingat kasus Karisma? Di mana Honda merombak teknologinya dengan meluncurkan Karisma, seketika itu juga komplain bermunculan. Plus satu lagi, teknologi pendingin menggunakan radiator. Terima kasih kepada Yamaha yang sudah membuat konsumen panas-dingin dengan kasus tercampurnya oli dengan air radiator di MX. Waspada.

Diprediksikan nama besar Honda mampu melenyapkan image bahwa motor matik boros bahan bakar. Apalagi dengan cc mesin yang lebih kecil dari Mio, tampaknya Honda memang mengejar irit. Sayangnya, irit tidak lagi irit bila mengingat Honda Vario mengusung mesin baru dengan radiator. Penambahan fitur radiator memang hi-tech, tetapi sekaligus membuat ongkos perawatannya pun bertambah. Belum lagi, Honda terkenal dengan banyak kasus kelangkaan spareparts di pasar (NSR, Tiger, Karisma, Sonic). Hal yang kerap membuat konsumen frustrasi.

Dari sisi kesiapan mekanik, memang tidak perlu ragu. Dengan segala sumber daya yang dimiliki Honda, sanggup membuat mekanik di seluruh jaringan servisnya bisa menangani motor matik. Harga jual Honda memang tidak murah dan paling tinggi di antara pabrikan Jepang lainnya. Vario harganya hampir setara dengan motor bebek. Hal ini tentu bisa menjadi faktor penghambat penjualan Vario nantinya karena dianggap terlalu mahal. Pun begitu, nama besar Honda lagi-lagi sanggup menghipnotis konsumen sehingga label harga berapa pun asal ada logo sayap kepak, tentu bukan masalah.

3. Suzuki Spin

Dibanding kedua kompetitornya, keunggulan Spin cuma satu, kapasitas paling besar 125 cc. Lainnya tergolong biasa saja. Bentuknya juga lebih condong ke Mio. Dengan kapasitas 110 cc saja matik sudah terasa boros bila dibanding bebek, bagaimana bila 125 cc? Ini bisa jadi kelemahan sekaligus keuntungan Spin. Penggila kecepatan, tentu akan memilih Spin yang memiliki kapasitas terbesar.

Poin plus ada di masa servis yang ditawarkan Suzuki, tiga tahun free service dan ganti oli. Ini sangat menguntungkan di masa sulit seperti ini. Belum lagi soal servis dan garansi, Suzuki yang paling andal dari dulu. Berani sekali dan jadi pelopor di antara kompetitor lainnya. Jadi jika konsumen membeli Spin, tidak usah pusing memikirkan servisnya. Apalagi teknologi mesin Step masih sebelas dua belas dengan Shogun 125 series/Arashi seperti layaknya Mio dengan Vega series/Jupiter series. Tidak menggunakan radiator. Simpel.

(Sumber:Balipost), dikutip kembali dari otofinance.co.id

Mio Vs Vario..Who is the Winner!!!!

Di Pasar skutik memang yang menarik adalah ngeliat pertarungan antara Yamaha vs Honda. Mengapa ??? Line of Product kedua ATPM ini merupakan salah satu senjata untuk menguasai pasar kendaraan roda dua. Yah tentu disamping mbebek… dan motor laki… Apalagi saat ini, pasar skutik lagi booming… yang semula diperkirakan skutik hanya untuk cewek.. sekarang banyak cowok yang tergila-gila dengan skutik… bahkan kit bore-up nya juga tersedia…tinggal ada duit aza … langsung jadiii… Oke .. let start to analize…

Analisa skutik Mio vs Vario (dua-duanya CW) yang kita gunakan dibuat secara objectiv (masukan boleh aza nanti … pas comment ocreee..) dan didasarkan pada aspek teknik dan non-teknis yang bisa dikuantitaskan… (biar nggak bias)… :D

Engine

  • Yamaha Mio Sporty, menggunakan engine 113.7cc SOHC. Power yang dihasilkan sebesar 8.9 PS pada 8000RPM. Torsi maksimum yang dihasilkan 0.88 kgf m pada 7000RPM. Sistem pendingin masih pake udara. Compression Rationya mencapai 8.8:1.
  • Honda Vario CW, menggunakan engine 108cc SOHC. Power yang dihasilkan mencapai 8.9PS pada 8000RPM. Torsi maksimum yang dihasilkan 0.86 kgf.m pada 6500RPM. Sistem pendingin sudah menggunakan cairan. Compression Rationya mencapai 10.7:1.

Dari data-data diatas (yah asumsi semua data bener.. jadi ngikot aza nganalisanya)… Vario lebih unggul sedikit… mengapa ??? Dengan engine yang cc nya lebih kecil, power yang dihasilkan sama, sudah menggunakan liquid cooled. Tapi secara torsi kalah sedikit.. jadi untuk score nya gue judge.. nilai 10 untuk Vario, dan 9 untuk Mio.. !!!

Kopling,Suspensi, Rem, dan Ban etc.

  • Yamaha Mio, menggunakan kopling tipe kering sentrifugal, suspensi telescopic baik depan maupun belakang. Rem disc untuk depan, dan tromol untuk belakang. Velgnya menggunakan cast wheel, ukuran ban depan 70/90-14, sedangkan belakang 80/90-14
  • Honda Vario, menggunakan kopling tipe kering sentrifugal, suspensi telescopic untuk depan, dan lengan ayun untuk belakang. Rem disc untuk depan, dan tromol untuk belakang. Velgnya juga telah menggunakan cast wheel, ukuran ban depan 80/90-14 dan belakang 90/90-14

Diliat dari paparan diatas, yang nyaris sama dan nggak ada beda yang berarti diliat dari sudut pandangan konsumen, maka gue judge nilai 10 Mio demikian juga 10 untuk Vario

Harga

  • Harga Mio dibanderol hanya Rp. 11.58 juta
  • Harga Vario dibanderol sebesar Rp. 14.15 juta

Dari sisi harga dengan membandingkan harga terendah sebagai based value, maka Mio mendapatkan nilai 10, sedangkan Vario mendapatkan nilai 8 (exactnya sebesar 7.7 dibulatkan menjadi 8)

First Mover (First Penetration into the Market…!!!)

Efek ini akan memberikan brand / image yang cukup kuat bagi konsumen. Mengingat Yamaha sudah lebih dulu masuk ke pasar skutik, dan Vario baru-baru aza… maka Mio lebih diuntungkan, sehingga gue men-judge Mio dapat nilai 10, sedangkan Vario dapat nilai 9.

Lainnya-lainnya hampir samalah… nggak ada perbedaan.. baik di sisi after sales, advertising dsb. Model gue nggak men-judge karena akan debatable.. jadi gue nggak beri nilai.. dianggap sama aza.. ocreee… let’s we summarize…

  • Yamaha Mio CW, rapotnya
    • Engine = 9
    • Kopling, suspensi dan ban etc. = 10
    • Harga = 10
    • First Mover = 10
    • Total Nilai = 39
  • Honda Vario, rapotnya…
    • Engine = 10
    • Kopling, Suspensi dan Ban etc. = 10
    • Harga = 8
    • First Mover = 9
    • Total Nilai = 37

Dari total nilai sebenernya terlihat, bahwa Yamaha Mio Sporty mengalahkan Vario CW, dan tak heran jika Mio leading di pasar kendaraan roda dua. Dan faktor yang cukup kuat adalah harga.. bisa dibikin sama saza dengan Yamaha.. maka nilainya akan menjadi sama.. dan thus konsumen akan mulai melirik… (asumsi perilaku konsumen .. price sensitif..)

Minggu, 08 Maret 2009

low rider


sekarang ne....lagi musim aliran modif low rider buat mio tapi kayaknya koq sulit geto y......tenag bos.... kayak motor yang satu ini....meskipun keliatan minimalis tapi dia juga nganut aliran low rider lo...liat aj kaki kakinya yang molor ampek 7cm lagian lo liat velgnya yang lebarnya nyampe' 7" tapi meskipun molor kata yang punya c... masi enak dibuat jalan - jalan ma pacar tapi kalo ujan pa gak kena' aer tu pantat....????